Hukum

Kejati Kalbar Tangkap DPO Terpidana Kasus Illegal Logging

Satu orang Daftar Pencarian orang (DPO) atas nama Prasetyo Go alias Asong berhasil ditangkap tanpa perlawanan pada Kamis (22/4/2021) pukul 11.30 WIB di Apartemen The Royal Spring Hill Residence, Jalan Bunyamin Sueb, Pademangan Timur, Jakarta Utara

PONTIANAK, TimeBorneo.com - Satu orang Daftar Pencarian orang (DPO) atas nama Prasetyo Go alias Asong berhasil ditangkap tanpa perlawanan pada Kamis (22/4/2021) pukul 11.30 WIB di Apartemen The Royal Spring Hill Residence, Jalan Bunyamin Sueb, Pademangan Timur, Jakarta Utara.

“Terpidana DPO ini merupakan pelaku tindak pidana mengangkut atau memiliki hasil hutan tanpa dilengkapi surat - surat sah nya hasil hutan,” ungkap Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Masyhudi dalam Pers Releasenya di Pontianak, Jumat (23/4/2021) siang.

Sesuai Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor : 2370 K/ PID/ 2005 Tanggal 28 Juli 2006, Dengan Hukuman Pidana 4 Tahun. Dengan Denda 200 Juta Rupiah. Subsider 5 Bulan Kurungan.

Dalam pelarianya setelah terpidana diputus bebas oleh PN Pontianak Sesuai Putusan Nomor : 453/ PID B/ 2004/ PN.PTK Tanggal 06 Oktober 2005.

Selanjutnya Tim Intelijen mendapatkan informasi yang bersangkutan terpidana beberapa kali berpergian kedala negeri dan keluar negeri.

“Yang bersangkutan terpidana memiliki indentistas dan data kependudukan palsu. Yang bersangkutan menggunakan nama lain yaitu Tjjia Tjhun Feen,” paparnya.

Selanjutnya atas adanya indikasi pemalsuan data kependudukan tersebut Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, berkoodinasi dengan stakeholder yang berkaitan dengan masalah kependudukan dan imigrasi.

“Dan akhirnya berhasil mendapatkan kan nomor Handphone kelluarga dekat DPO yang kemudian diserahkan kepada Tim Intelijen Kejaksaan Agung,” tegasnya.

Operasi Tabur (Tangkap Buronan) penangkapan DPO diharapkan memberikan efek psikologis kepada DPO lainnya.

Kajati menghimbau kepada seluruh buronan yang menjadi DPO dimana pun berada agar segera menyerahkan diri.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tidak ada tempat yang aman bagi para buronan,” tutup Kajati.

Komentar

Loading...