Hewan

Bangkai Buaya 3,5 Meter Ditemukan di Desa Pelangsian, Kotawaringin

Warga Pelangsian , Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng digegerkan oleh penemuan buaya dengan panjang 3,5 meter dalam keadaan membusuk.

KOTAWARINGIN, TimeBorneo.com - Warga Pelangsian , Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng digegerkan oleh penemuan buaya dengan panjang 3,5 meter dalam keadaan membusuk.

Sontak saja warga sekitar melihat buaya mati ini menjadi pusat perhatian, mengingat di wilayah tersebut populasi buaya memang banyak dan sering muncul bahkan menyerang warga.

Saat di konfirmasi Kades Bengkuang Makmur, Fitrianur (kades desa sebelah ) membenarkan penemuan buaya tersebut yang kondisinya sudah mati dan menimbulkan bau busuk.

“Saya perkirakan buaya ini sudah mati sekitar 2 sampai 3 hari yang lalu. Pada saat ditemukan kondisinya mengambang di permukaan Sungai Mentaya di Desa Pelangsian,”jelasnya kepada Kaltengtoday, Minggu (2/5/2021) seperti diberitakan KaltengToday.com [Jaringan TimeBorneo.com].

Berkaitan dengan penyebab matinya buaya ini belum diketahui. Buaya ini ditemukan pagi ini sekitar pukul 06.00 WIB oleh warga Desa Pelangsian. Buaya ini hanyut dan terdampar di desa tersebut, ungkapnya.
Kata Kades, buaya ini larut dari arah Desa Bagendang menuju ke Desa Bengkuang Makmur danm kemudian ke Desa Pelangsian dan itu pengakuan warga sekitar yang melihat buaya tersebut.

Diamankan BKSDA.

BKSDA Pos Sampit mendapat laporan dari Kades Bengkoang Makmur Fitrianur tentang penemuan bangkai Buaya di tepi Sungai Mentaya. Bangkai buaya sudah di ikat warga di Pelabuhan Dusun Belanti.

Kemudian, pada pukul 12.10 WIB, BKSDA Pos Sampit dengan di temani 1 anggota Manggala Agni Pos Sampit Junaedi menuju Dusun Belanti. Pukul 12.35 WIB tiba di Pelabuhan Dusun Belanti.

Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah mengatakan bahwa dari hasil pengamatan buaya berjenis Buaya Muara, panjang sekitar 3 meter, diperkirakan berjenis kelamin jantan. Kulit punggung buaya sudah mulai mengelupas. Tidak ditemukan bekas benda tajam di tubuh atau punggung buaya, jelasnya, Minggu (2/5/2021).

Kata dia, dari keterangan warga Etek, bangkai buaya dilihat hanyut dari arah hulu, pada malam hari, lalu bangkai buaya diamankan di sekitar Pelabuhan Belanti.

Petugas Pos Sampit melihat kondisi buaya yang sudah mulai membusuk dan mengeluarkan aroma yang tidak sedap dan untuk menghindari keresahan warga,kemudian menarik bangkai buaya menggunakan klotok ke tempat yang jauh dari perairan pemukiman dan aktifitas warga.

“Karena kondisi bangkai Buaya sudah mulai membusuk, buaya tidak dapat di angkut dan di kuburkan. Bangkai Buaya di letakan di tepi Sungai Mentaya, di daerah yang berhutan,”tutupnya.

Komentar

Loading...