Cegah Covid-19

Malaysia Berlakukan Lockdown WNI di Sarawak diminta tak Keluar Rumah

SARAWAK, TimeBorneo.com - Meningkatnya kasus sebaran Covid-19 di Malaysia menyebabkan negara jiran tersebut berlakukan perintah kawalan pergerakan (PKP) secara nasional yang diumumkan PM Malaysia,Muhyiddin Yassin Senin (10/5/2021).

Konsulat jenderal RI di Kuching Sarawak (Malaysia) mengingatkan kepada WNI maupun PMI yang ada di Sarawak untuk mematuhi aturan tersebut.

“Saat ini  jumlah terkonfirmasi Covid-19 di Malaysia meningkat, karena itu pemerintahnya melakukan lockdown mulai dari tanggal 10 mei hingga 6 juni 2021 mendatang. untuk itu PMI maupun WNI yang ada di Sarawak khususnya untuk bersabar dan tidak keluar rumah ketika diberlakukan PKP agar terhindar dari jangkitan virus Covid-19,”kata  Konsulat Jenderal RI Kuching,Yonni Tri Prayitno, Selasa (11/5/2021) saat dihubungi via telepon seluler.

Disampaikan Yonni, pihak KJRI sebelumnya juga telah menyampaikan kepada WNI maupun PMI yang ada di Sarawak (Malaysia) bahwa ada larangan mudik yang diberlakukan pemerintah selama 14 hari sejak tanggal 6-17 mei untuk mencegah penyebaran covid-19 selama idul fitri.

Berkenaan dengan larangan itu, KJRI juga telah menghentikan pembuatan surat jalan bagi PMI maupun WNI yang pulang secara mandiri ke tanah air sejak 1 Mei lalu, KJRI akan kembali mengeluarkan surat jalan setelah tanggal 17 mei mendatang.

“KJRI hanya memfasilitasi pemulangan WNI maupun PMI yang dalam penanganan khusus, antara lain PMI sakit, dalam kondisi hamil dan mempunyai bayi. tentunya pemulangannya harus kordinasi dengan satgas pemulangan dan satgas penanganan Covid-19,” jar Yonni.

Informasi saat ini sesuai edaran pers Yasin tanggal 10 Mei 2021 disebutkan kasus harian lebih dari 4.000 kasus. kemudian ada 37.396 kasus aktif dengan 1.700 kasus kematian akibat covid-19 diseluruh Malaysia.Sedangkan untuk wilayah Sarawak penambahan kasus baru covid-19  sebanyak 649 kasus baru.

Komentar

Loading...