Pemda

Ribuan Ikan Keramba Mati Mendadak, Fadly: ‘Air Bangar’

KUTAI KARTANEGARA, TimeBorneo.com -   Ribuan ikan keramba hasil budidaya milik warga mati mendadak di kawasan Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (9/6/2021) seperti diberitakan dalam  diskominfo.kaltimprov.go.id

Kepala Bidang Pengelola dan Budidaya Ikan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kutai Kartanegara, Fadly jelaskan fenomena alam penurunan kualitas air di Sungai Mahakam yang disebut warga setempat dengan “Air Bangar” merupakan siklus tahunan atau lima tahunan dan bahkan sepuluh tahunan.

“Posisi Ulu aliran Sungai Mahakam terdapat kondisi rawa dan danau yang sebelumnya banjir atau air pasang. Kondisi tersebut mempengaruhi adanya pembusukan pada akar-akar tanaman di rawa dan danau. Pada saat surut, air tersebut ikut mengalir pada aliran Sungai Mahakam,” tuturnya.

Fadly juga memaparkan bahwa jenis ikan yang banyak mati mendadak ini merupakan jenis ikan emas. Bahkan Nelayan tambak ikan ada yang mati 100 kilogram. Tetapi tidak semua nelayan penambak ikan yang mati ikan budidayanya. Misalnya ke daerah Sepakat atau Loa Ulu banyak ikan yang mati, sebaliknya di ilirnya ikan-ikan aman, bebernya

Akibatnya  kerugian cukup besar dialami pembudidaya ikan keramba yang berada di sepanjang Sungai Mahakam wilayah Tenggarong, Loa Kulu dan sekitarnya di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Adapun Nelayan budidaya keramba ikan melakukan antisipasi dengan mengurangi komposisi pemberian pakan ikan, memberikan aerasi buatan untuk penambahan oksigen pada ikan, tidak melakukan penebaran benih pada saat kualitas air sungai Mahakam menurun, melakukan pemanenan pada ikan yang sudah mencapai ukuran konsumsi serta memindahkan ikan secepatnya ke lokasi yang dapat menyelamatkan kehidupan ikan itu sendiri, seperti kolam penampungan.

Komentar

Loading...