Peristiwa

ETLE Masih Uji Coba, Tercatat 68 Pelanggaran Sejak Mei

PALANGKA RAYA, TimeBorneo.com – Meski belum diresmikan oleh Korlantas Polri, sejumlah pelanggar telah diberikan sanksi teguran karena terekam melanggar alat pemberi isyarat lalu lintas (Apill) melalui uji coba sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang terpasang di Jalan TJilik Riwut Km 1 seperti diberitakan dalam Kaltengtoday.com [jaringan TimeBorneo.com].

“Operator ETLE yang ada di Command Center telah mengirimkan surat konfirmasi sejak Mei lalu dan optimalnya bekerja pada akhir Mei. Sejauh ini sudah ada 68 pelanggar yang diberikan sanksi teguran selama system ETLE dijalankan,” ungkap Direktur Lalu Lintas Polda Kalteng, Kombes Pol Rifki, pada Rabu (14/7/2021).

Dalam upaya mengoptimalkan kinerja ETLE dan operator, pihaknya selalu mengirimkan surat konfirmasi pelanggaran ke aplikasi terpusat yang ada di Korlantas Polri. Per-harinya terdapat 2-5 surat yang dikirimkan ke Korlantas Polri terkait pelanggaran lalu lintas yang terekam di kamera ETLE.

“Jika nantinya ETLE telah diresmikan sepenuhnya maka pelanggar yang terekam kamera dipastikan menerima sanksi berupa tilang sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Dimana operator akan mengirimkan surat konfirmasi pelanggaran sebelum pemberian sanksi tilang kepada masyarakat yang melanggar,” tambahnya.

Rifki menyebutkan bagi masyarakat yang tidak melakukan pembayaran sanksi tilang maka akan dilakukan pemblokiran terhadap STNK saat melakukan pengurusan. Untuk itu masyarakat selalu diimbau untuk disiplin terhadap peraturan lalu lintas dan memperhatikan rambu yang telah terpasang di sudut jalan.

Komentar

Loading...