Idul Adha 1442 H

Kurban dimasa Pandemi Mesti Patuhi Prokes

SEKAYAM, TimeBorneo.com - Hewan kurban disejumlah tempat pemotongan sudah dipastikan sehat dan bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK). Panitia qurban  juga dihimbau terapkan protokol kesehatan selama melaksanakan pemotongan hewan untuk menghindari kerumunan.

"Pemeriksa hewan mulai sejak pekan lalu dan jelang hari pemotongan untuk memastikan daging yang dibagikan aman untuk dikonsumsi.Alhamdulilah tidak ditemukan daging sapi maupun daging kambing yang mengandung cacing hati," ungkap kordinator peternakan kecamatan Sekayam,Edi Waluyo, Selasa (20/7/2021).

Disampaikan Edi Waluyo,pengecekan guna memastikan kondisi kesehatan hewan kurban, sehingga nantinya memenuhi syarat daging yang aman, sehat, utuh dan halal.

Sasaran pemeriksaan mulai dari rumah potong hewan (RPH), masjid dan lokasi pemotongan hewan kurban.
Pemeriksaaan dilakukan sebelum dan setelah penyembelihan. Memastikan daging hewan kurban layak untuk dikonsumsi sebelum dibagikan panitia kurban.

"Selain melakukan pemeriksaan hewan kurban juga  menyosialisasikan tata cara penyembelihan menyesuaikan aturan berkegiatan selama pandemi Covid-19. Menekankan protokol kesehatan, dimana semua panitia yang terlibat dalam proses penyembelihan wajib mengenakan masker," kata Edi Waluyo.

Mengatur jaga jarak, artinya memilih lokasi yang luas dan terbuka. Meminimalkan jumlah panitia untuk mengantisipasi kerumunan dan menggunakan sarung tangan plastik selama berkegiatan.

Pihaknya juga menyiagakan RPH untuk pemotongan hewan kurban secara kolektif sebagai upaya mengurangi kegiatan yang melibatkan banyak orang. Namun diakui, tidak bisa melayani seluruh permintaan pemotongan karena jumlah petugas terbatas. Pemotongan hewan kurban bisa dilaksanakan sendiri oleh panitia masjid dengan pengawasan protokol kesehatan yang ketat.

Komentar

Loading...