Pemda

Herkulanus Roni: Kita Bercita-Cita Masyarakat Menggunakan Pertanian Modern

SINTANG, TimeBorneo.com - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Herkulanus Roni, hadiri pelaksanaan Coffee Morning Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Sintang bertempat di Langkau Kita Rumah Dinas Wakil Bupati Sintang, pada Jumat (23/7/2021).

“Kita bercita-cita masyarakat menggunakan pertanian modern, namun faktanya susah. Mereka membakar ladang juga untuk mengganti pupuk. Sampai sekarang belum ada solusi lain yang bisa membantu. regulasi ini untuk memayungi masyarakat kita, yang juga sesuai dengan aturan yang diatas seperti undang-undang dan peraturan pemerintah,” ungkap Herkulanus Roni.

Membakar ladang masih menjadi kearifan lokal masyarakat. Pertanian modern memerlukan pembiayaan besar dan pengetahuan masyarakat.  Semua OPD juga harus bekerja keras memainkan perannya sesuai tupoksi OPD dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat di desa. Membakar ladang sebenarnya bukan kemauan untuk membakar ladangnya, tetapi keinginan untuk membuat pupuk alami yang tidak memerlukan biaya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Edy Harmaeni, menyampaikan ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam revisi peraturan Bupati Sintang ini yaitu dalam pasal 7 ayat 2 butir d yang berbunyi memberitahu pemilik lahan yang berbatasan sebelum membakar lahan. Terdapat lahan di wilayah konsesi yang belum diserahkan oleh pemilik tanah, kemudian dibuat ladang, maka sebelum membakar ladang, pemilik ladang harus memberitahu pihak perusahaan.

“Tambahan yang kedua, pasal 9, kalau bisa ditambah, ayatnya ditambah mengenai  aturan bahwa agar setiap pemegang ijin usaha wajib dan bertanggungjawab mengamankan areal kebunnya dari kebakaran hutan dan lahan serta wajib membantu masyarakat di sekitarnya dalam penanggulangan karhutla,” terang  Edy Harmaeni.

Komentar

Loading...