Peristiwa

Oksigen Fokus Untuk Kesehatan, Lutfi: Pengaruhi Pengiriman Benih Ikan Ke Luar Daerah

Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan Air Tawar Kayuh Baimbai, Lutfi

BANJAR, TimeBorneo.com – Kepala Diskan Kabupaten Banjar, HM. Riza Dauly akui kelangkaan pasokan oksigen karena sangat dibutuhkan saat ini di sektor kesehatan turut berdampak pada sejumlah pengusaha budidaya ikan, seperti diberitakan dalam Habarkalimantan.com [jaringan TimeBorneo.com].

Distribusi ikan segar sangat memerlukan oksigen, akan tetapi tak memaksakan karena kondisi darurat ini pasti mengutamakan keselamatan masyarakat di kesehatan. Sehingga pihaknya melakukan langkah-langkah kolaborasi dengan dinas terkait untuk meminta kuota oksigen untuk sektor perikanan jika memungkinkan.

“Soal jumlahnya kami serahkan kepada yang berwenang untuk menentukan apakah bisa dibantu atau tidak. Kami cuma merekomendasikan dan memastikan bahwa yang bersangkutan adalah pelaku usaha di sektor perikanan, khususnya adalah pembenihan dan pembesaran di ikan nila, karena yang memerlukan oksigen untuk kegiatan produksi dan distribusi,” ungkap Riza Dauly.

Disamping itu, Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan Air Tawar Kayuh Baimbai, Lutfi, saat dijumpai awak media di Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Banjar pada Senin (9/8/2021) menyatakan terbatasnya pasokan oksigen selama sebulan ini mempengaruhi pembudidaya ikan, sebab tak bisa mengirim benih ikan ke luar daerah.

“Sejak 2005 sampai sekarang, baru sebulan ini kita tidak mendapatkan oksigen. Ada sih dari luar yang menawarkan, mulai dari 500 ribu sampai 1 juga per tabung, tapi saat kita datangi tidak ada. Karena itu kita berharap dengan bantuan dari Diskan Banjar ini,” tambahnya.

Komentar

Loading...