Pemda

Sukaliman Nilai Fenomena Prostitusi Online Pada Anak Ibarat Gunung Es

Plh Sekda Provinsi Kalbar, Sukaliman

PONTIANAK, TimeBorneo.com – Plh Sekda Provinsi Kalbar Sukaliman, buka Rapat Pertemuan membahas Prostitusi Online yang Melibatkan Anak di Kota Pontianak, bertempat di ruang kerjanya, pada Kamis (12/8/2021).

Prostitusi online yang terjadi pada anak diibaratkan seperti gunung es. Artinya, jumlah kasus yang diungkap pihak Polda Kalbar terkesan sedikit, tetapi fakta di lapangan bisa jadi cukup banyak kasus prostitusi online pada anak di Kalimantan Barat yang tidak terekspos. Sehingga perlu ada perhatian khusus terhadap tempat-tempat yang diperkirakan menjadi tempat prostitusi berlangsung.

Perlindungan anak merupakan tanggung jawab pemerintah daerah seperti yang diamanatkan Pasal 21 UU Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak yang menyatakan urusan perlindungan anak dan pemenuhan hak anak dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Barat.

Hal ini dikarenakan setiap anak yang berhadapan dengan hukum berhak untuk mendapatkan perlindungan, baik fisik, mental, spiritual, dan sosial, dengan memperhatikan prinsip-prinsip dalam kompensasi hak anak dan undang-undang perlindungan anak.

"Adanya langkah-langkah tegas yang konkret dan riil dapat dilakukan dengan dukungan dari kabupaten/kota. Oleh karena itu, pertemuan hari ini diharapkan dapat menghasilkan program yang riil dan konkret untuk dilaksanakan secara bersama-sama dengan harapan bisa mencegah terjadinya kekerasan atau prostitusi online terhadap usia anak (0-18tahun)," tutur Sukaliman.

Komentar

Loading...