Peristiwa

Relawan Covid-19, Nurhaliza Ceritakan Suka Duka Jadi Relawan Di Perbatasan

ENTIKONG, TimeBorneo.com – Nurhaliza, salah satu relawan asal Entikong  mulai menjalani kegiatan relawan covid-19  sejak awal bulan Januari 2021 menceritakan aktivitasnya kepada tim liputan selama menjadi relawan.

“Dari awal bulan Mei tahun 2020 saya menjadi relawan covid-19 di KKP Entikong bertugas melakukan pemeriksaan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tiba dari Sarawak,” tutur Nurhaliza, pada Sabtu (28/8/2021).

Keterlibatannya menjadi seorang relawan covid-19 di KKP Entikong dan bertugas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN), bermula ketika ada kerabatnya menyampaikan bahwa KKP Entikong membuka lowongan untuk tenaga perawat, analis kesehatan sebagai relawan Covid-19.

Ia bercerita, sebenarnya pilihan menjadi relawan covid-19 yang ia jalani sekarang ini bukanlah impiannya, sebab, ia ingin menjadi tenaga kesehatan seutuhnya setelah menyelesaikan masa studinya dua tahun silam.

Suka Duka Jadi Relawan Covid-19 diperbatasan itu banyak, mungkin saya ceritakan dari duka dulu ya, ucap Nurhaliza di PLBN Entikong. Ketika menjalankan tugas saya pernah di omeli oleh PMI yang tidak terima dengan hasil tes swab yang dilakukan, dimana hasilnya positif dan PMI tersebut merasa dirinya sehat-sehat saja.

Sukanya, ia bisa mendapatkan rekan dan keluarga baru di tempat bekerja. Diungkapan Nurhaliza saat menjalankan tugas ada satu kejadian yang sampai saat ini tidak bisa dilupakan, dimana dirinya bersama tiga rekan sesama relawan membantu PMI melahirkan di tempat karantina.

“Prosesnya berjalan lancar, namun kami juga merasa was-was karena sebelumnya tidak pernah membantu proses melahirkan. Ibu dan bayi selamat langsung kami rujuk ke puskesmas terdekat untuk menjalani perawatan,” ucap Nurhaliza.

Komentar

Loading...