Pencabulan

Polres Sanggau Amankan Oknum Guru Honorer Cabuli Muridnya

Kapolres Sanggau AKBP Ade Kuncoro Ridwan

SANGGAU, TimeBorneo.com - Polres Sanggau mengamankan tersangka AN (33) pada Minggu (5/9/2021) oknum guru honorer di Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau. AN ditahan karena diduga pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur W (15) dan AA (14).

Kapolres Sanggau, AKBP Ade Kuncoro Ridwan mengatakan bahwa tersangka melakukan pencabulan terhadap korban W terjadi sekitar Agustus tahun 2020 sampai dengan Januari 2021 di putri dan gudang sekolah.

"Tersangka melakukan pencabulan dan persetubuhan terhadap W tersebut sebanyak empat kali dengan cara membujuk rayu serta tipu muslihatnya bahwa tersangka bisa mengembalikan kesucian milik korban W,"kata Kapolres Sanggau AKBP Ade Kuncoro Ridwan dalam rilisnya, Senin (6/9/2021).

Tersangka juga melakukan bentuk kekerasan dan ancaman kepada korban W apabila menceritakan kepada keluarga dan orang lain.

“Kalau malaporkan atau menceritakan, korban diancam akan dikeluarkan dari sekolah,”katanya.

Adapun barang bukti yang diamankan dari korban W berupa satu helai baju motif bunga, Satu helai celana panjang motif boneka, Satu helai pakaian dalam warna ungu, Satu helai pakaian dalam warna merah.

Ade Kuncoro juga menyampaikan untuk korban AA, terjadi pada Maret 2021 di ruang guru salah satu sekolah di Kecamatan Toba.

“Dengan cara yang sama tersangka melakukan aksinya terhadap korban AA yaitu dengan cara bujuk rayu juga dan juga mengatakan bisa mengembalikan kesucian serta keerasan dan ancaman dikeluarkan dari sekolah jika memberitahu orang lain,"ucap Ade Kuncoro.

Adapun Barang bukti yang diamankan dari korban AA berupa satu helai baju warna hijau, satu helai celana pendek warna hitam, dan satu helai pakaian dalam warna merah maron.

“Tersangka kita kenakan Pasal 81 Ayat 1, ayat 2, dan ayat 3 Undang -Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang dan Pasal 64 KUH Pidana (Perbuatan berlanjut) dengan ancaman hukuman paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar rupiah,”tutupnya.

Komentar

Loading...