Peristiwa

Anak Usia 11 Tahun di Bengkayang Terseret Arus dan Terjepit di Pintu Air Bendungan

BENGKAYANG,TimeBorneo.com - Warga sekitar dusun Ketiat Desa Cipta Karya Kecamatan Sungai Betung Kabupaten Bengkayang tiba-tiba geger, sebab seorang anak bernama Galang (11) yang sedang bermain dibendungan air terseret arus dan terjepit.

Galang anak kelas VI di salah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Sungai Betung ini nyawanya tidak dapat diselamatkan lagi dan meninggal dunia saat dibawa di RSUD Bumi Sebalo Bengkayang pada Selasa (14/9/2021).

Kejadian bermula ketika Galang dan rekan sepermainannya sepulang sekolah mandi dan bermain dibendungan tak jauh dari jalan raya Bengkayang-Singkawang, mereka seperti biasanya bersama teman rekan sebaya usai pulang sekolah, namun naas kali ini karena air banjir dan arus deras Galang tenggelam dan hanyut terbawa arus dan terjepit di pintu air bendungan yang masih dalam proses perbaikan pada tahun 2021.

Menurut keterangan salah satu warga Desa Cipta Karya,Elisa pada Selasa (14/9/2021) Kejadian ini diperkirakan pukul 10.00 Wib Siang, ketika ada beberapa anak sedang bermain dan mandi di bendungan  yang ikut bermain, berdasarkan penuturan Elisa selain korban ada juga anak perempuan yang juga ikut mandi dan bermain, tanpa di sadari selang beberapa waktu kemudian kami kaget karena di panggil bahwa adanya informasi dari temannya ada anak-anak terjepit di pintu air, dan kami melihat pintu air masih setengah di tutup, yang sebenarnya kalau terbuka semua di pastikan arus airnya tidak begitu deras dan air lancar.

Lanjut Elisa, sepertinya pintu saluran airnya memang di tutup namun tidak full, sebab saat kejadian kemarin habis hujan air juga meluap dan bahkan banjir, sehingga pintu saluran  air memang sedang di buka,setelah kami lihat tadi pintu air agak tertutup namun tidak Full tentunya menjadi penyebab arusnya deras.

"Karena hanyut dan terjepit di pintu air diduga sebagai penyebab korban terbawa arus dan terjepit di pintu air," terang Elisa

Kepada sejumlah awak media, Kapolsek Sungai Betung IPDA Andri menerangkan bahwa terkait kejadian, masih dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian.

"Kami sedang menunggu informasi dari Bhabinkamtimbas Desa Cipta Karya, karena pihak kami pun belum mengetahui secara persis kejadian seperti apa, sehabis ada kegiatan,kami di telpon oleh Babhinkamtibmas yang menyampaikan adanya kejadian seorang anak tenggelam di aliran sungai Ketiat tepatnya di Desa Cipta Karya Kecamatan Sungai Betung,"terangnya.

Memperoleh informasi pihaknya menuju ke tempat kejadian dan langsung menjumpai orang tua korban, dari keterangan orang tua korban diperoleh informasi bahwa anaknya terjepit di pintu saluran air, menurut informasi biasanya pintu saluran air terbuka sebab tidak ada kegiatan.

"Namun saat kejadian ditemukan pintu saluran air tertutup separoh tidak full menyebakan arus airnya deras dan Indikasinya si korban tersedot arus air serta tidak ada yang mengawasi," tutur IPDA Andri.

Sementara itu Seorang Warga Are,SE dalam akun media sosial facebooknya mengungkapkan, kasus meninggalnya anak bernama Galang, berumur 11 tahun terjepit pada pintu air irigasi di Desa Cipta Karya yang sedang dilakukan pembangunan rehab berat hendaknya menjadi perhatian POLRI untuk melakukan investigasi tentang penyebab kematiannya.

"Menurut hemat kami bahwa pekerjaan proyek harus melakukan managemen keselamatan termasuk hal-hal yang tidak terduga. Perusahaan tidak boleh lepas tangan begitu saja terhadap kasus ini," ucap Are

Hingga berita ini di turunkan kejadian ini masih dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian melalui Kapolsek Sungai Betung.

Komentar

Loading...