Kesehatan

TBC di Kabupaten Sanggau Menurun

SANGGAU, TimeBorneo.com - SSR TB Yayasan Bina Asri Kabupaten Sanggau, Kalbar, melaksanakan monitoring dan evaluasi program penanggulangan penyakit TBC yang dilaksanakan di aula dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau dengan melibatkan 10 kader TB, 5 Puskesmas dan Dinas Kesehatan, Rabu (15/9/2021).

Ketua Yayasan Bina Asri Kabupaten Sanggau Romy Sahman mengungkapkan Penyakit TB merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi di dunia, pada tahun 2020 indonesia merupakan negara ke dua tertinggi dengan perkiraan kasus berjumlah 845.000 jiwa sedangkan Kabupaten Sanggau pada tahun 2020 yaitu 643 kasus dan pada tahun 2021 sampai saat ini jumlah kasus 230 penderita.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap quartal dengan tujuan menyampaikan laporan hasil capaian program tiap kuartal kepada Dinas Kesehatan. Menyampaikan kendala yang ditemukan di lapangan saat pelaksanaan kegiatan investigasi kontak dan penemuan kasus melalui community outreach, Sinergi program dan kegiatan antara SSR Bina Asri, Kader komunitas, Puskesmas, dan Dinas Kesehatan, serta Menyusun strategi dan timeline pelaksanaan investigasi kontak dan penemuan kasus baru TBC,”katanya.

Romy Sahman menyebutkan bahwa sampai saat ini per bulan September kader kami berhasil merujuk terduga TB untuk periksa dahak di puskesmas berjumlah 867 orang.

“Total sampai saat ini kami telah berhasil merujuk terduga TB yang sudah diperiksakan dahaknya berjumlah 1.701 orang, pasien terkonfirmasi TB 96 serta telah melakukan investigasi kontak kepada 84 indeks kasus,” ungkap Romy.

Hasil kinerja Yayasan Bina Asri I memberi kontribusi capaian kepada dinas Kesehatan sebesar 42 % dengan kasus terkonfirmasi TB kabupaten sanggau berjumlah 230 kasus.

“Melihat data pada tahun – tahun sebelumnya terjadi penurunan yang signifikan pada capaian temuan kasus penderita TB, ini dikarenakan dampak pandemic Covid -19 sehingga masyarakat enggan memeriksakan dahaknya kepuskesmas takut diperiksa Covid padahal tidak, covid dan TB jelas berbeda,” ungkapnya

Sementara itu Kasi P2PM Zailani mengatakan dalam rangka upaya mengakhiri TB hingga mencapai tingkat akar rumput dengan melibatkan anggota masyarakat atau kader yang seperti halnya dilakukan oleh Yayasan Bina Asri Sanggau.

“Selain itu untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program maka diperlukan kegiatan koordinasi yang melibatkan Dinkes, Puskesmas dan kader agar tercapainya target pelaksanaan program,”ucap Zailani

Zailani berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan forum ini untuk berdiskusi dan Menyusun strategi yang optimal.

“Hal tersebut untuk meningkatkan target capaian penanggulan TB di Kabupaten sanggau,”tutupnya.

Komentar

Loading...