Perbatasan

KKP Perketat Pemeriksaan PMI dari Malaysia Antisipasi Varian Baru

ENTIKONG,TimeBorneo.com - Pengetatan pemeriksaan kepada setiap WNI pelintas yang sebagian besar Pekerja Migran Indonesia(PMI ) yang baru pulang dari Sarawak Malaysia itu, menyusul melonjaknya kasus positif Covid-19 harian baru di negara tetangga itu.

"Untuk pemeriksaan atau tes spesimen setiap WNI pelintas di PLBN Entikong, kita gunakan 3 pengujian. Yakni diawali Rapid Antigen, Swab PCR bersamaan dengan Tes Cepat Molekuler(TCM) pada Mobile PCR yang di tempatkan di Perbatasan Entikong".ungkap dokter umum KKP entikong Gilda Ditya Asmara,Kamis (16/9/2021).

Dijelaskan Gilda, saat ini rata-rata tidak kurang dari 3 sampai 5 spesimen WNI, yang terkonfirmasi positif Covid-19 perharinya. Peningkatan jumlah PMI pulang mandiri positif Covid-19 di Entikong, sejalan dengan meningkatnya jumlah kedatangan WNI Pelintas dari Sarawak.

Dari update data terakhir, total masih terdapat 87 orang PMI positif Covid-19 yang tengah menjalani isolasi di 2 tempat karantina wilayah Perbatasan Entikong.

Masing-masing PMI yang positif Covid-19 di perbatasan Entikong tersebut sudah menjalani rata-rata 3 sampai 10 hari di isolasi.

Sedangkan untuk penanganan PMI positif Covid-19 di perbatasan Entikong, dilakukan pemeriksaan kesehatan rutin, tes Swab PCR setiap 3 hari, dan sterilisasi tempat Isolasi dengan penyemprotan disinfektan, terang Gilda.

Sementara itu, Riduan salah satu PMI asal makasar yang menjalani karantina di Terminal Barang Internasional Entikong mengatakan selama masa karantina pemeriksaan kesehatan rutin dilakukan,selain itu juga diberikan senam oleh anggota TNI yang bertugas di tempat karantina.

"Rutin dipantau kondisi kami di tempat karantina,bagi yang sakit langsung ditangani petugas medis.selain menjalani karantina 8 hari kami juga sebelum pulang diberikan vaksinasi Covid-19 tahap pertama dan tahap ke dua di daerah masing-masing," pungkas

Komentar

Loading...