Peristiwa

Nilai Pemprov Kalbar Tidak Adil, Bupati Landak: Kami Tidak Mendapatkan Jatah Vaksin

Bupati Landak Karolin Margret Natasa

LANDAK, TimeBorneo.com  – Bupati Landak Karolin Margret Natasa sebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sangat tidak adil apabila Kabupaten Landak dinilai terlambat atau tertinggal dalam pencapaian angka vaksinasi.

“Sistem ranking vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah provinsi menurut saya tidak adil jika dikatakan Kabupaten Landak terlambat dan tertinggal dari proses vaksinasi, padahal kami tidak mendapatkan jatah vaksin atau distribusi vaksin,” tutur Karolin, pada Selasa (28/09/21).

Untuk bulan September Kabupaten Landak tidak mendapatkan banyak dosis vaksin, Vaksin Coronavac 2 Dosis mendapatkan 4.970 vial untuk 9.940 dosis, vaksin Moderna 14 dosis mendapatkan 68 vial untuk 952 dosis serta vaksin Astra Zeneca 10 dosis mendapatkan 61 vial untuk 610 dosis, dan untuk minggu ke 4 september ini Kabupaten Landak tidak mendapatkan kuota distribusi vaksin

Berdasarkan data cakupan vaksinasi COVID-19 Kalimantan Barat sampai dengan tanggal 25 september 2021 Kabupaten Landak dengan sasaran 282.111 peserta dengan vaksinasi pertama berjumlah 42.464 peserta atau 15,05 persen dan vaksinasi kedua berjumlah 27.638 peserta atau 9,80 persen.

Namun dari data Dinas Kesehatan kabupaten Landak sasaran vaksinasi berdasarkan kategori sudah hampir memenuhi target seperti untuk para pelajat dari SD, SMP maupun SMA/SMK sudah 6.445 pelajar yang divaksin, ibu hamil dan ibu menyusui sudah 975 jiwa.

“Oleh karena itu kami berharap dengan kehadiran tim monitoring dari pemerintah provinsi bisa menjembatani berbagai miss komunikasi dan memperbaiki update data, sehingga proses vaksinasi di Kabupaten Landak bisa kita tingkatkan,” tambah Karolin.

Komentar

Loading...