Peristiwa

Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan Di Palangka Raya Jadi Sektor Capaian Tertinggi

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Palangka Raya, Aratuni D Djaban

PALANGKA RAYA, TimeBorneo.com – Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Palangka Raya, Aratuni D Djaban meminta kepada seluruh pelaku usaha atau seluruh masyarakat, agar dapat melaksanakan kewajibannya dalam membayar pajak, seperti diberitakan dalam Kaltengtoday.com [jaringan TimeBorneo.com].

Hal tersebut dikatakan Aratuni D Djaban sebab berdasarkan data hingga akhir September 2021, realisasi pajak di Palangka Raya telah mencapai 74,55 persen. Pajak merupakan sektor yang paling penting untuk memajukan pembangunan di suatu daerah.

“Mohon dukungan kita semua atas langkah yang kami lakukan dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta dapat mengoptimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah yang akan digunakan untuk pembiayaan pembangunan Kota Palangka Raya agar semakin maju baik dari segi infrastrutur maupun kesejahteraan masyarakatnya,” tambah Aratuni D Djaban, pada Selasa (5/10/2021).

Diketahui bahwa pencapaian realisasi pajak tersebut berasal dari 11 sektor pajak, antara lain pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan umum, parkir, air tanah, sarang burung walet,mineral bukan logam dan batuan, Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan, dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan.

Sektor yang mendapatkan presentase capaian tertinggi, yakni Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan, dengan nilai realisasi pajak sebesar Rp 22,715 milliar lebih atau 89, 88 persen dari ditargetkan sebesar Rp 25,273 milliar lebih. Sementara, sektor pajak yang mendapatkan presentase capaian terendah, terdapat pada sektor hiburan, sebesar Rp 548,437 juta lebih atau 17,14 persen.

Komentar

Loading...