Peristiwa

Lakukan Penipuan, Perusahaan Tempat PM Bekerja Rugi Hingga Miliyaran

KOTAWARINGIN TIMUR, TimeBorneo.com - Kejari Kotim melalui Kasi Pidum Pintar Simbolon membenarkan peristiwa penangkapan seorang pria berinisial PM diduga melakukan tindak pidana penggelapan, seperti diberitakan dalam Kaltengtoday.com [jaringan TimeBorneo.com].

Peristiwa yang dilakukannya pada November 2019 silam, diawali dengan modus sebagai sales yang bertugas menyerahkan mobil dengan cara transaksi jual beli dengan si pembeli. Namun, uang hasil penjualan tersebut tidak diserahkannya ke pihak perusahaan. Selain itu juga tersangka ada menyerahkan unit mobil tanpa adanya transaksi jual beli, namun oleh pembeli ada diserahkan uang kepada tersangka.

Adapun uang hasil penggelapan itu hasil penjualan 4 unit mobil ke beberapa desa. Yakni, Kelurahan Mentaya Hulu, Desa Mekar Jaya, Desa Bajarau, Desa Bejarau, dan Desa Seluluk, Kabupaten Seruyan. Akibat ulahnya ini perusahaan harus alami kerugian sebesar Rp 1.036.835.200.

Tersangka memberikan uang kepada istrinya sebesar Rp 400 juta untuk berbagai keperluannya, serta memberikan uang kepada teman wanitanya sekitar Rp 90 juta untuk uang muka kredit mobil, Jawa Barat dan Rp 250 juta lainnya digunakan untuk uang muka kredit rumah.

Selain itu, uang sebesar Rp 200 juta diserahkannya lagi kepada teman wanitanya tujuannya untuk membeli tanah, Rp 150 juta untuk pinjaman ke kakaknya, Rp 100 juta untuk over kredit rumah di Palangkaraya dan di Sampit. Rp 50 juta beli tanah di Palangka Raya dan Rp 12 juta lagi untuk membeli sepeda motor.

“Uang itu digunakannya untuk kepentingan pribadinya. Dari hasil kasus ini sudah kita amankan barang bukti berupa uang sebesar Rp 350 juta rupiah,” tutur Kasi Pidum Pintar Simbolon pada Sabtu (9/10/2021).

Komentar

Loading...