Kriminalitas

Tak Ada Biaya Istri Hamil 8 Bulan, Buruh Sawit Nekat Cetak Uang Palsu

PULANG PISAU, TimeBorneo.com – Kapolres Pulang Pisau AKBP Kurniawan Hartono didampingi Kasatreskrim AKP Afif Hasan membenarkan peristiwa penangkapan seorang pria asal Pemalang Jawa Tengah berinisial MSA (27) nekat mencetak mata uang palsu pecahan Rp50 ribu, seperti diberitakan dalam Kaltengtoday.com [jaringan TimeBorneo.com].

Hal tersebut diungkapkan Kapolres saat menggelar Press Conference di halaman Polres Pulang Pisau pada Kamis (21/10/2021). Dikatakan bahwa peristiwa bermula saat saksi DS selaku Danru Security PT. SCP 1 bersama MK yang juga security SCP 1 melakukan patroli di sekitar areal perkebunan dan perumahan karyawan PT. SCP 1, pada Kamis (14/10/2021) sekitar pukul 19.00 WIB.

Ditengah patroli kedua saksi ini memutuskan untuk mampir ke sebuah warung yang berada di barak karyawan Afdeling 11. Sesampai di TKP, ternyata warungnya tutup. Kemudian para saksi ini mengetuk barak nomer 2 yang berada disampingnya, yang selanjutnya pintu dibuka oleh MSA. Saat masuk para saksi ini melihat ada laptop dan printer yang sedang digunakan mencetak mata uang pecahan Rp50 ribu.

Merasa janggal melihat tersangka MSA ini sedang mencetak mata uang pecahan Rp. 50 ribu menggunakan printer. Bahkan, sudah ada yang dicetak sontak membuat saksi selanjutnya menghubungi Polsek Anggota Sebangau Kuala.

Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui motif tersangka membuat uang palsu ini karena terdesak kebutuhan ekonomi dan istrinya sedang mengandung 8 bulan. Sementara gajinya sebagai seorang buruh perkebunan tidak mencukupi.

“Pelaku selanjutnya disangkakan dengan pasal 36 ayat 1 Junto Pasal 26 ayat 1 UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 dan denda Rp. 10 Milyar,” tutur Kurniawan.

Komentar

Loading...