Kriminalitas

Pasutri Kompak! Suami Sudah Di Bui, Istri Ditangkap Akibat Teruskan Bisnis Sabu

PALANGKA RAYA, TimeBorneo.com – Direktur Resnarkoba Polda Kalteng, Kombes Pol Nono Wardoyo membenarkan peristiwa penangkapan satu orang wanita dan dua orang pria masing-masing berinisial H (45), SR (28) dan AN (20) atas dugaan sebagai pengedar Sabu, seperti diberitakan dalam Kaltengtoday.com [jaringan TimeBorneo.com].

Adapun terduga H, merupakan residivis dengan kasus yang sama. kemudian saat ini suaminya juga mendekam di Lembaga Pemasyarakatan karena kasus yang sama. Bisnis ini sudah ia jalankan selama enam bulan terakhir. Bahkan, terduga pelaku diduga meneruskan bisnis sabu suaminya, yang terlebih dahulu diamankan jajaran kepolisian.

Terduga H, diamankan di sebuah rumah di Jalan Kalimantan, Gang Nurul Ikhlas, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, pada Jum’at (15/10/2021). Dengan barang bukti berupa 29 paket sabu seberat 9,33 gram, serta barang bukti lain berupa sejumlah toples plastik bertuliskan harga sabu yang dijual.

Aparat kepolisian juga berhasil melakukan penangkapan terduga pelaku pengedar sabu berinisial SR, di Jalan Cilik Riwut Km 13, Komplek Damang Gustaf Erang, Kelurahan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya.
Adapun barang bukti yang berhasil diamankan petugas berupa dua paket sabu seberat 4,39 gram, timbangan digital dan handphone.

Kemudian, pada Rabu (13/10/2021) Ditresnarkoba Polda Kalteng kembali mengamankan pengedar sabu berinisial AN, di tepi Jalan Jeruk II RT 046/RW. IX, Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotawaringin Timur. Dari penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa dua paket sabu dengan berat 98,56 gram.

“Akibatnya perbuatan, ketiga pelaku dikenakan Pasal 114 ayat 1 jo Pasal 112 ayat 1 dan ayat 2, UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar serta maksimal hukuman 20 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar,” tutur Kombes Pol Nono Wardoyo saat melaksanakan press release, pada Jum’at (22/10/2021).

Komentar

Loading...