Peristiwa

Buaya Kuning Di Katingan Kena Perangkap Ikan, Warga Kesurupan Mohon Dilepaskan

KATINGAN, TimeBorneo.com – Kapolres Katingan AKBP Paulus Sonny Bhakti Wibowo membenarkan peristiwa seekor Buaya kuning berjenis kelamin betina ternyata terperangkap di alat perangkap ikan, seperti diberitakan dalam Kaltengtoday.com [jaringan TimeBorneo.com].

Peristiwa yang terjadi di Desa Luwuk Kiri, Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB sering dikenal familiar dengan jenis buaya sumpit. Pihak BKSDA juga datang dari melakukan pengawasan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Seekor buaya kuning juga pernah nampak di Desa Telangkah, Kecamatan Katingan Hilir. Tetapi, belum bisa diperkirakan apakah jenis buaya ini identik dengan yang ada di desa Luwuk Kiri tersebut. Dari laporan yang ada, buaya ini sudah dilepas dan dikembalikan ke habitatnya,” tutur Kapolres.

Kepala Desa Luwuk Kanan Mantreas Edo mengatakan, Buaya ini berukuran mencapai dua meter dengan berat sekitar 40 kilogram. Seorang perempuan yang merupakan warga di desa setempat dimasuki roh halus dan kesurupan. Warga yang kesurupan ini juga mengakui jika buaya kuning ini adalah anak cucunya.

“Lapas ie tuh pasi ie tuh tahi awi ietuh anak esungkuh, (lepaskan dia, kasihan dia, karena buaya ini anak cucuku),” tutur warga yang kesurupan itu. Menjelang sore hari, sekitar pukul 15.30 Wib buaya ini dikembalikan ke habitatnya dengan pertimbangan tertentu. Buaya ini dilepas jauh dari pemukiman warga di desa tersebut.

“Buaya ini dikembalikan dengan ritual tampung tawar dari tokoh-tokoh adat bersama BKSDA. Supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari. Masyarakat di sekitar bantaran sungai agar berhati-hati ketika beraktivitas di pinggiran sungai. Seperti anak-anak dan lansia,” kata Mantreas Edo.

Komentar

Loading...