Peristiwa

Tanggapi Fenomena Muncul Aliran Menyimpang, Ketua MUI Bartim: Latar Belakang Pendidikan

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Timur, H Asy’ari

BARITO Timur, TimeBorneo.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Timur, H Asy’ari tanggapi berita munculnya aliran Kerajaan Ubur-ubur, Salamullah, Hakekok, ataupun Ahmadiyah Qadhiyan, dan lain-lain, seperti diberitakan dalam Kaltengtoday.com [jaringan TimeBorneo.com].

Munculnya beberapa aliran yang dinilai menyimpang, bahkan sesat, di kalangan masyarakat, menjadi fenomena sosial keagamaan yang patut dicermati belakangan ini. Tentunya masyarakat harus mewaspadai kemungkinan munculnya aliran baru. Baik di tingkat nasional maupun lokal.

“Adanya sekelompok orang yang dianggap menyimpang itu, antara lain karena mereka menganggap sholat tidak penting alias bisa ditinggalkan. Ini yang akan segera kami tangani, agar pengikut mereka tidak semakin bertambah. Tugas kami adalah meangani mereka, membina akidahnya supaya lurus kembali. Adapun cara penanganannya, kita harus utamakan pendekatan persuasif dengan trik-trik khusus,” tutur Asy’ari pada Minggu (24/10/2021).

Oleh karena itu, Asy’ari mengajak seluruh elemen masyarakat agar tidak mudah menelan bulat-bulat doktrinasi tertentu, yang malah membuat terjerumus. Tanyakan pada guru-guru agama yang jelas latar belakangnya. Ustad-ustad yang sudah jelas eksistensinya. Agar pemahaman tidak kabur.

“Latar belakang pendidikan. Latar belakang edukasi ini, sangat mempengaruhi pola pemahaman kita terhadap ajaran agama. Saya tidak mengatakan yang berpendidikan tinggi pasti pintar, tapi secara rasional ini punya keterkaitan,” tambah pria yang pernah juga menjabat sebagai Direktur LPTQ Kab Bartim tersebut.

Komentar

Loading...