Banjir

Warga Entabuk, Sekadau Masih Bertahan Mengungsi di Lokasi Pemakaman

Sebagian Warga di Desa Entabuk Kabupaten Sekadau masih bertahan di pengungsian lokasi Pemakaman.

SEKADAU,TimeBorneo.com – Akibat banjir sudah hampir satu bulan, sejumlah warga di Desa Entabuk, Kecamatan Belitang Hilir,Kabupaten Sekadau, Kalbar, masih mengungsi di lokasi pemakaman muslim setempat.

Beberapa titik lokasi di desa tersebut memang masih digenangi air sedangkan kondisi banjir di sebagian lokasi sudah mulai surut dengan ketinggian yang bervariasi.

Kepala desa Entabuk, Abdul Muin menyampaikan bahwa warga memiliki alasan tertentu sehingga masih memilih mengungsi di lokasi pemakaman tersebut meskipun telah disediakan pula tempat pengungsian di SDN 10 Entabuk.

"Di situ mereka mengungsi karena mereka dekat dengan rumah untuk menjaga semua harta benda yang ada di rumah,itulah alasan mereka bertahan," tuturnya, Kamis (18/11/2021).

Empat dusun di Desa Entabuk yang terendam banjir diantaranya dusun Entabuk,Engkerauk,Janang Ran dan Pelanjau namun banjir terparah ada di dusun Entabuk dan Engkerauk.

Selain itu dikatanya pula bahwa berdasarkan hasil pemantauan pihaknya dan laporan yang ada,kini telah terdapat tiga KK yang sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

"Dan tidak menutup kemungkinan kalau cuaca tidak bersahabat mereka akan balik kembali ke tempat pengungsian," timpalnya.

Ia pun memaparkan bahwa setidaknya terdapat 591 KK,2044 jiwa dan 543 rumah terdampak banjir serta terdapat 245 KK dan 955 jiwa yang mengungsi.Adapun bantuan yang telah disalurkan oleh berbagai pihak akan terus diserahkan langsung bagi warga yang terdampak banjir.

Sementara itu salah satu pengungsi bernama Susan (29),warga RT 02 Desa Entabuk mengatakan bahwa sudah tiga pekan ia beserta suami dan kedua anaknya mengungsi di lokasi pemakaman tersebut,lantaran rumahnya masih terendam banjir.

"Itu segala lemari satu rusak,lemari pakaian,lemari tempat makanan dan kalau untuk bantuan sih sedanglah untuk kami," ungkapnya.

Susan yang kesehariannya adalah seorang pedagang dan penyadap karet pun mengaku bahwa banjir telah mengakibatkan kondisi perekonomiannya lumpuh total.

"Kami kan sebenarnya buka warung di sana tu,tapi warungnya hanyut kebawa air udah itu mana jualan lagi ndak ada tempat,gimana nyimpan barang lalu mau noreh pun tempatnya kena banjir," pungkasnya.

Dirinya pun berharap agar selain adanya bantuan logistik,bantuan berupa obat-obatan pun perlu ditingkatkan penyalurannya untuk warga yang mengungsi mengingat sudah ada warga yang mulai terserang sejumlah penyakit akibat banjir.

Komentar

Loading...