Budaya

Kelepai Dayak Kerabat, Kerajinan Tradisional Sekadau Masuk Warisan Budaya Tak Benda

SEKADAU,TimeBorneo.com - Kelepai Dayak Kerabat merupakan salah satu warisan budaya tak benda yang termasuk karya budaya dalam domain kemahiran dan kerajinan tradisional dari sub suku Dayak Kerabat tepatnya di desa Tapang Perodah,kecamatan Sekadau hulu, kabupaten Sekadau,Kalimantan Barat.

Kerajinan tersebut biasanya terbuat dari kulit kayu entoli dan kapuak yakni kayu yang memiliki kualitas baik ditinjau dari sisi sejarah dan orisinilnya.Selain itu adapun kayu pelaik sebagai kerangka bawah dan penutup serta rotan sebagai pengikat lalu dijadikan sebuah anyaman yang disebut simpai.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sekadau,Gunawan mengatakan karya budaya tersebut dibuat oleh seniman penerus kerajinan kelepai Dayak Kerabat asal Sekadau bernama Marius Roten yang mana kerajinan tersebut sudah turun-temurun.

"Melalui bidang kebudayaan kami memfasilitasi supaya karya budaya Ini mendapat pengakuan sebagai warisan budaya Indonesia yang secara legalitas diakui," kata Gunawan pada media suarakalbar.co.id pada,Senin (29/11/2021).

Gunawan menambahkan bahwa menurut cerita dari sang seniman,kelepai Dayak Kerabat dahulunya dimanfaatkan sebagai tempat untuk menyimpan alat-alat yang digunakan untuk mencari hewan buruan dan juga sebagai tempat menyimpan sirih.

Melalui proses yang panjang,Gunawan menyampaikan bahwa tepat pada tanggal 29 Oktober 2021 kelepai Dayak Kerabat serta lima warisan budaya tak benda Indonesia asal Sekadau lainnya akhirnya ditetapkan.

Selain kelepai Dayak Kerabat,lima warisan budaya tak benda asal Sekadau yang ditetapkan tersebut diantaranya upacara adat Babukong'k Dayak Mahap,sungkui Dayak Taman Sekadau,jerok ensabi umo dan jerok daun getah Ketungau Tesaek,tubuk masam dan tebuk jumui Ketungau Tesaek serta tari pedang Mualang.

"Jadi total jumlah warisan budaya tak benda Sekadau untuk tahun ini sudah memiliki sepuluh warisan budaya tak benda Indonesia yang mana hal tersebut merupakan upaya pelestarian budaya," tutupnya.

Komentar

Loading...