Kriminalitas

Sakit Hati Sering Dikucilkan Dan Dipermalukan, Pemuda Di Katingan Nekat Habisi Pamannya

KATINGAN, TimeBorneo.com – Kapolres Katingan AKBP Paulus Sonny Bhakti Wibowo melalui Kasat Reskrim Iptu Adhy Herianto mengungkapkan, alasan pelaku berinisial MJNA (20)  yang secara tragis membunuh pamannya MAS (40) pada Senin (3/1/2022) seperti diberitakan dalam Kaltengtoday.com [jaringan TimeBorneo.com].

“Pada dasarnya, motif pembunuhan yang didapat dari pengakuan pelaku karena sering dikucilkan dan dipermalukan. Bahkan, pelaku sering mendapat perlakuan kurang mengenakkan dan korban diduga beberapa kali berkata kasar terhadap pelaku, ” tutur Iptu Adhy Herianto.

Pemuda yang ikut bekerja dengan pamannya di Desa Samba Katung, Kecamatan Katingan Tengah merasa disakiti hatinya terus-menerus oleh pamannya. Dengan alasan perlakuan inilah, pelaku berpikiran negatif kepada korban. Pada akhirnya, pelaku nekat melakukan pembunuhan terhadap pamannya itu.

Mengacu pada pemeriksaan dan olah kejadian tempat perkara (TKP), korban dibunuh dengan senjata tajam dan digorok secara brutal di bagian leher sekitar pukul 03.00 wib. Akibatnya korban mengalami luka pendarahan yang cukup parah karena mengalami luka sabetan.

Pelaku keluar dari pintu depan dan bersembunyi dipinggiran Sungai Mati Desa Samba Katung. Pelaku berhasil dibekuk selang dua jam setelah melakukan aksi pembunuhan tersebut. Polsek Katingan Tengah berhasil mengamankannya sekitar pukul 05.00 Wib atau selam dua jam setelah membunuhnya. Beruntung pelaku tidak melarikan diri keluar daerah.

“Korban sudah puluhan tahun merintis usaha rumah makan dan berdagang bakso di desa setempat. Korban dan istrinya tinggal dan mempunyai satu anak. Pelaku merupakan keponakannya dan memang sengaja dijemputnya sekitar dua bulan yang lalu dari pulau Jawa. Dengan tujuan untuk membantu bekerja dirumah makan bakso yang familiar di Desa Samba Katung,” tambahnya.

Komentar

Loading...