Peristiwa

Selama Tahun 2021, Pelanggaran Bea Cukai Di Palangka Raya Didominasi Rokok Ilegal

PALANGKA RAYA, TimeBorneo.com – Kepala Bea Cukai Palangka Raya, Qurnia Ahmad Bukhari mengatakan, di tahun 2021 pihaknya telah melakukan sebanyak 46 penindakan, seperti diberitakan dalam Kaltengtoday.com [jaringan TimeBorneo.com].

Salah satunya yakni sebanyak 398.000 batang rokok ilegal berhasil diamankan, sebanyak 2.350 keping pita cukai bekas, 356 botol liquid ilegal, 143 botol minuman keras (miras) tradisional dan 695 botol miras ilegal golongan B dan C, 5,5 gram tembakau gorila dan 242 gram narkotika jenis ganja hasil kerjasama dengan BNNP Kalteng.

Selama tahun 2021, pelanggaran yang mendominasi yakni peredaran rokok ilegal dan miras ilegal yang beredar tanpa pita cukai, yang ada di wilayah kerja Bea Cukai Palangka Raya yang meliputi Kabupaten Pulang Pisau, Kapuas, Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, Murung Raya, Gunung Mas dan Kota Palangka Raya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, modusnya yang dilakukan para terduga pelaku cukup terkoordinir. Terduga pelaku hanya menitipkan rokok ilegal di warung-warung masyarakat tanpa meninggalkan identitas maupun nomor telepon. Bahkan, terduga pelaku hanya sesekali datang untuk mengambil uang dari rokok yang telah terjual.

Terdapat dua penindakan pelanggaran administratif manifest. Kapal tujuan ekspor tidak diperkenankan bertolak jika belum mengirimkan administratif.

“Kalau untuk rokok ilegal itu paling banyak di wilayah Gunung Mas dan Barito Timur. Distributor rokok ilegal biasanya mengedarkan rokok ke wilayah pedesaan, perkebunan maupun pertambangan. Kalau untuk miras ilegal ada di THM dan tempat pengecer. Kita berikan sanksi teguran hingga sanksi administratif jika terbukti,” tururnya pada Jum’at (14/1/2022).

Komentar

Loading...